Ilustrasi by : https://pixabay.com
Bila saja ada cinta di hatimu
Pastilah aku takkan sampai menunggu
Menunggu ketidak pastian itu
Jawaban dari semua pertanyaanku.
Aku lelah menanti
Ingin rasa tuk pergi
Jauh, sejauh mana kaki ini kuat berlari
Sampai dimana rasa ini akan mati.
Akan tetapi, apakah aku bisa melakukan itu?
Melakukan apa yg seharusnya ku lakukan sejak dulu.
Jauh mendalam hati ini tenggelam
Oleh tanya yg tak ada jawaban.
Aku lelah, semangkin lelah
Aku hancur, dan semangkin rapuh
Berbagai cara ku lakukan
Tak lain untuk meluluhkanmu
Namun tetap saja kau diam
Seolah tak inginkan ku
Coba katakan jika kau memang tak mencintaiku.
Coba katakan itu, agar aku tau
Yang ku ingin hanyalah jawaban darimu
Agar aku tak lagi tertahan olehmu.
Created : Hamdani sastra sbr
BACA JUGA:
- Gagal move on
- Lelahmu ayah
- Harap dan sepi
Monday, November 18, 2019
Thursday, November 14, 2019
Puisi (Lelahmu Ayah)
Ilustrasi by https://pixabay.com
Hari terus berlalu
Seiring waktu yg menuakan kulit mu
Wajahmu pun tak seperti dulu
Tak secerah sewaktu aku kecil dulu.
Terkadang kegembiraan itu masih terkenang
Terbayang saat aku berada di pundakmu ayah
Kau mengangkat ku lebih tinggi
Seolah meyakinkanku agar terus bermimpi.
Saat itu, mungkin akulah semangatmu
Hingga kau tak perdulikan lelah mu
Dan kau tak perdulikan keringatmu
Yang kau tau hanya senyum di wajahku.
Tak jarang kau merintih
Oleh beban yang ada di pundakmu ayah
Namum semangatmu terus menahan
Demi aku anak yang kau sayang
Ayah, andai aku tahu
Jasamu sangatlah besar sejak dulu
Takkan pernah aku membantahmu
Kan ku buat senyum di wajahmu.
Created : Hamdani sastra sbr
BACA JUGA :
-Harap dan sepi
-Gagal move on
- Harusnya aku pergi
Wednesday, November 13, 2019
Puisi (Gagal move on)
Ilustrai by : https://pixabay.com
Waktu terus berputar
Aku kembali mengulang
Waktu terus berputar
Dan tak sadar, ceritapun kian memudar
Cerita kita dimasa itu
Masa di saat aku bersama mu.
Sempat aku teringat senyum itu
Senyum hangat dari masa lalu
Tawa ria dan canda bersamamu
Bersandar bersama, mendengar lagu sendu.
Aku kembali mengulang
Mecoba mengingat rasa yg telah tercipta
Dari sepenggal kisah kita berdua,
Yg kini hanya tinggal bayang-bayang.
Tak sadar, itu sudah berlalu
Telah lama terjadi dan meninggalkanku
Meninggalkan noda dalam diary ku
Menulis cerita akan penyesalanku.
Terkadang aku berpikir
Mengapa mimpi kita berakhir?
Terlambat aku untuk menyesali
Akan amarah ku yg membuat mu pergi.
Bertahun-tahun yg lalu!
Ya, semua itu telah berlalu
Tak terasa kini hampir sewindu
Selama itu kita tak bertemu
Dan kini ku dengar, kau telah menempuh hidup yg baru.
Apakah kau masih mengingat ku?
Walalu hanya sedikit tentang aku?
Aku disini berharap kau akan tau
Aku selalu mengenang mu.
Hah, bodohnya aku
Berharap engkau akan tau.
Ya bodohnya aku!
Bodohnya aku yg tak sadar telah menyakitimu
Bodohnya aku yg tersenyum saat menatap foto mu
Dan lebih bodohnya lagi, heh...aku selalu mencari kabarmu dalam dunia mayaku.
Pantaslah itu jika kau ucapkan untuk ku
manusia yg pernah merasa bisa tampamu,
Kini hanya bisa menangis melihat kebahagiaanmu
Ya. Akulah Si bodoh yg gagal melupakan mu.
Created by : hamdani sastra sbr
BACA JUGA :
Tuesday, November 12, 2019
Puisi (Harap dan sepi)
Aku masih berjalan
Menapakkan kaki, terus melangkah
Berjuang melawan kenangan
Kenangan yg membekas tinggalkan resah.
Cinta, dulu engkau adalah cerita indah
Indah dan indah
Hingga keindahan itu melupakan siapa aku
Hingga tak sadar, keindahan itu telah menyakitiku
Perih, sangat perih
Bertahan dalam harapan,
Harapan yg telah hilang, bersama kenangan.
Cinta, dulu engkau adalah sebuah kisah
Kisah yg selalu menjanjikan kebahagiaan
Bahagia yg mampu mengalahkan indahnya pelangi
Namun kini, sampah adalah yg paling indah
SAMPAH ADALAH YG PALING INDAH!
Sakit, itu terasa sangat sakit
Saat aku harus menghadapi, kenyataan kau harus pergi
Seperti apa hancurnya aku?
Jangan kau tanyakan itu
Sebab hati ini telah tersayat,
Tercabik- cabik oleh ucapan yg tak pernah ingin ku dengar.
Kau tau seberapa berartinya dirimu?
Kau tau sebarapa inginku untuk hidup denganmu?
Namun mengapa, kau hancurkan impianku?
Namun mengapa, kau hilangkan harapanku?
Mudah bagimu, tak mudah bagiku
Kau berlalu dengan hal yg baru
Hal yg kau anggap lebih baik ketimbang aku
Sementara aku, aku telah terhampar di sini
Di sudut ruang yg gelap ini
Ruang yg membawaku jauh terlarut sepi.



